Maison book girl - Yami-iro no Asa


Siangnya hujan turun berwarna kegelapan. Malamnya menjadi cerah nan jelas.

Lirik: Kenta Sakurai
Komposisi: Kenta Sakurai
Aransemen: Kenta Sakurai
Single/Album: umbla (#1) | Umi to Uchuu no Kodomo-tachi (#3)

Lirik Romaji:

Maison book girl - Yami-iro no Asa

Yami ga furu, atatakai ame.
Tooi sabaku, shiranai mama.

Ashimoto ni saku sekai wa yuganderu.
Yasashii mama de.

Touoku nagamete iru, ano machi no hikari wo.
Kiete yuku kimi no te wo ima mo tsunaideru no.

Aoki chiisa na karada.
Mado no naka de uso wa kage ni yakitsuite, dareka wo matte ita no.
Warau koe ga sabaku wo terashi, niji wo tsukuru.
Sen wo nazoru yubisaki ga ame wo furashita.

Ame no tsubu, oto wo narasu.
Mushi-tachi no densha ga kuru.

Hashi no ue mitsumeta, kimi no nureta kami wa kiete shimatte mo ii no.
Chiisa na koto dakara.

Tsumetai namida ga yadoru, toki wa tomari.
Sakete moreteku yorokobi. Hikari ga yami wo tsukuru.
Mori to yume mo, umi kara kiete niji ni natte.
Dare wo yurusenai mama jikan wo nakushita.

Yami-iro no ame ga furu hi.
Azayaka ni hareta yoru.


Lirik Kanji:

Maison book girl 『闇色の朝』

闇が降る、暖かい雨。
遠い砂漠、知らないまま。

足元に咲く世界は歪んでる。
優しいままで。

遠く眺めている、あの街の光を。
消えてゆく君の手を今も繋いでるの。

青き小さな体。
窓の中で嘘は影に焼きついて、誰かを待っていたの。
笑う声が砂漠を照らし、虹を作る。
線をなぞる指先が雨を降らした。

雨の粒、音を鳴らす。
蟲たちの電車が来る。

橋の上見つめた、君の濡れた髪は消えてしまってもいいの。
小さな事だから。

冷たい涙が宿る、時は止まり。
裂けて漏れてく喜び。光が闇を造る。
森と夢も、海から消えて虹になって。
誰を許せないまま時間を無くした。

闇色の雨が降る日。
鮮やかに晴れた夜。


Terjemahan Indonesia:

Maison book girl - Pagi Berwarna Kegelapan

Kegelapan turun, berupa hujan yang hangat.
Tanpa pernah mengetahui padang pasir jauh di sana.

Dunia yang berbunga di kedua kakiku masih terasa berguncang.
Namun rasanya tetap lembut.

Aku menatap ke arah kejauhan, melalui cahaya kota sana.
Sementara memegangi tanganmu yang berangsur sirna.

Tubuhku tampak biru nan kecil.
Kusembunyikan dalam-dalam kebohonganku di bayangan jendela, sembari menunggu seseorang.
Suara-suara tawa menerangi padang pasir, lalu menciptakan pelangi.
Jari-jari yang membetuk tanda garis menyebabkan hujan turun.

Tetesan air hujan, menghasilkan suara.
Kereta para serangga sedang merangkak berjalan.

Dilihat dari atas jembatan, aku tak peduli jika rambutmu yang basah mulai menghilang.
Karena itu hanya perkara kecil.

Air mata dingin berdiam di tempat, waktu pun berhenti.
Kebahagiaanku terbelah dan bocor. Maka terciptalah kegelapan dari cahaya.
Hutan serta mimpiku, menghilang dari lautan dan berubah menjadi pelangi.
Aku kehilangan waktu tanpa pernah mampu memaafkan seseorang, entah siapa.

Siangnya hujan turun berwarna kegelapan.
Malamnya menjadi cerah nan jelas.


Posting Komentar

0 Komentar