Bahkan pagi yang dilalui dengan rasa takut atas kesedihan juga kesepian dapat sirna dalam sesaat pada dunia yang terus berubah ini
Lirik Romaji:
Mako Niina - Sensen no Realism
Kogoeru you ni hosoi karada wo furuwaseru
Kyoufu kara de wa naku shizuka na netsujou
Todoroku tsuyoi kaze ni himei sae kakikiete wa
Shouen mau sora ni yume wo miru darou
Kanashisa mo sabishisa mo kanjiru koto wa naku
Mata hitotsu hone ga kawaku
Oo aijou, retsujou, subete mujou
Sono migoto sugu honoo ni moete hai ni naru
Outou se yo, outou se yo, kagayakeru mirai yo
Ima, me no sameru you na riaru wo
Kono iyou naru yo ni sasageyou
Shiroi se wo tsutau tsumetai ase no shizuku
Tetsukuzu no tori ga mata naiteiru darou
Kanashikute sabishikute obieteita asa mo
Shunkan de sekai ga kawaru
Oo kanjou, gekijou, hidou naru mujou
Sono migoto tsugi no asa mo mizu ni hai ni naru
Outou se yo, outou se yo, utsukushiki mirai yo
Ima, kono te hitotsu de tsukamou
Kaze ga tou
Kore ijou, nani wo mayou koto ga aru darou ka?
Iza, buki wo tore, buki wo tore
Gizen wo sute, buki wo tore
Sono yowai jiga wo ute
Oo ai mo, heiwa mo, subete mujou
Gaikotsu to tetsukuzu ga namida misezu naku
Ashita yo, ashita yo, utsukushiki mirai yo
Ima, kono te hitotsu de tsukamou
Oo aijou, retsujou, subete mujou
Sono migoto sugu honoo ni moete hai ni naru
Outou se yo, outou se yo, kagayakeru mirai yo
Ima, me no sameru you na riaru wo
Kono iyou naru yo ni sasageyou
Lirik Kanji:
新菜まこ 『戦線のリアリズム』
凍えるように 細い躯を震わせる
恐怖からではなく 静かな熱情
轟く強い風に 悲鳴さえ掻き消えては
硝煙舞う空に 夢を見るだろう
悲しさも寂しさも 感じることはなく
また一つ骨が乾く
オオ 愛情、劣情、全テ無情
その身ごと直ぐ炎に燃えて灰になる
応答セヨ、応答セヨ、輝ケル未来ヨ
今、目の覚めるようなリアルを
この異様なる世に捧げよう
白い背を伝う 冷たい汗の雫
鉄屑の鳥が また啼いているだろう
悲しくて寂しくて怯えていた朝も
瞬間で世界が変わる
オオ 感情、激情、非道ナル無情
その身ごと次の朝も見ずに灰になる
応答セヨ、応答セヨ、美シキ未来ヨ
今、この手一つで掴もう
風が問う
これ以上、何を迷うことがあるだろうか?
いざ、武器を取れ、武器を取れ
偽善を捨て、武器を取れ
その弱い自我を撃て
オオ 愛モ、平和モ、全テ無情
骸骨と鉄屑が 涙見せず泣く
明日ヨ、明日ヨ、美シキ未来ヨ
今、この手一つで掴もう
オオ 愛情、劣情、全テ無情
その身ごと直ぐ炎に燃えて灰になる
応答セヨ、応答セヨ、輝ケル未来ヨ
今、目の覚めるようなリアルを
この異様なる世に捧げよう
Terjemahan Indonesia:
Mako Niina - Realisme Garis Depan
Tubuhku gemetaran seolah-olah mau membeku
Bukan karena rasa takut, melainkan gairah panas yang diam
Deru angin kencang mampu menghapuskan teriakan sekalipun
Di langit yang dipenuhi asap mesiu, yang kulihat memanglah mimpi
Aku tak merasakan kesedihan apalagi kesepian
Tulang-tulangku sekali lagi terasa kering
Oh, kasih sayang, hawa nafsu, juga segala hal yang kejam
Wujudnya akan langsung berkobar sebagai api lalu menjadi abu
Jawablah, jawablah, wahai masa depan yang bersinar terang
Kini, kupersembahkan realita yang membukakan mata
Pada dunia yang tak biasa ini
Tetesan keringat dingin mengalir di punggungku yang putih
Burung-burung dari besi tua lagi-lagi sedang menangis
Bahkan pagi yang dilalui dengan rasa takut atas kesedihan juga kesepian
Dapat sirna dalam sesaat pada dunia yang terus berubah ini
Oh, emosi, renjana, juga kekejaman yang lalim
Wujudnya akan menjadi abu tanpa sempat menyaksikan pagi berikutnya
Jawablah, jawablah, wahai masa depan yang tertampak elok
Kini, kuraih kau dengan tanganku ini
Angin bertanya:
"Apa lagi alasan yang membuatmu ragu?"
Ayo, ambillah senjatamu, ambillah senjatamu
Abaikan kemunafikanmu, ambillah senjatamu
Lalu tembaklah ego dirimu yang lemah itu
Oh, cinta, kedamaian, juga segala hal yang kejam
Kerangka dan besi tua menangis tanpa perlihatkan air matanya
Wahai esok hari, wahai esok hari, sungguh masa depan yang elok
Kini, kuraih kau dengan tanganku ini
Oh, kasih sayang, hawa nafsu, juga segala hal yang kejam
Wujudnya akan langsung berkobar sebagai api lalu menjadi abu
Jawablah, jawablah, wahai masa depan yang bersinar terang
Kini, kupersembahkan realita yang membukakan mata
Pada dunia yang tak biasa ini

0 Komentar