[Lirik] Tsubaki Factory - Garakuta DIAMOND (Terjemahan Indonesia)


Permata buangan itu lalu merasa terlukai dan akhirnya terpecah belah

Lirik: Yuriko Mori
Komposisi: Koji Makaino, Toshiya Kamata
Aransemen: Tomohiro Sumikama
Single: Namida no Heroine Kouban Geki / Garakuta DIAMOND / Yakusoku・Renraku・Kinenbi (#2)

Ringkasan cerita lagu:
Perasaan terkoyak sang gadis yang mengetahui pacarnya bersama gadis lain hingga mengumpamakan perhiasan indah dan berharga miliknya yang dapat rapuh, hancur, lalu hambur.


Lirik Romaji:

Tsubaki Factory - Garakuta DIAMOND


Amefuru TAXI station naze? Anata
Dareka no kata wo daku senaka wo mitsuketa

Kokoro ga oto wo tateru mou doshaburi
‘Isogashii’ mo usoda ne haiiro no machi

Omoide ga konagona ni kudakete
Pendanto barabara ni kowashitai

Garakuta no DIAMOND tobichitte ame ni nare
Kiete yuku teeruranpu kanashimi okizari ni
Garakuta no DIAMOND namida no tsubu ni nare
Tada nagetsukete furikaerazu ni

Kakedashiteku daikirai yo!

Watashi no tanjoubi ni sotto kureta
Chiisa na kirameki ga kokoro wo terashita

Sore made shiranakatta anna kiss shite
Hanaretaku nakatta kaeri michi demo

Genjitsu ga garagara kuzuretara
Zetsubou ga guruguru mawaru dake

Garasudama DIAMOND densha kara miru sekai
Hikari wo tsumekonderu usotsuki na kono tokai
Garasudama DIAMOND kizutsuite kowareteku
Nido to mitakunai anata to no shashin

Dakedo kesenai daikirai yo!

Garakuta no DIAMOND tobichitte ame ni nare
Kieteku teeruranpu honou ni mieta

Garasudama DIAMOND densha kara miru sekai
Hikari wo tsumekonderu usotsuki na kono tokai
Garakuta no DIAMOND kizutsuite kowareteku
Mou mitakunai anata to no shashin

Dakedo kesenai daikirai yo!


Lirik Kanji:

つばきファクトリー 『ガラクタDIAMOND』


雨降るTAXI station なぜ?あなた
誰かの肩を抱く 背中を見つけた

心が音をたてる もう土砂降り
‘忙しい’も嘘だね 灰色の街

想い出が コナゴナに砕けて
ペンダント バラバラに壊したい

ガラクタのDIAMOND 飛び散って雨になれ
消えてゆくテールランプ 悲しみ 置き去りに
ガラクタのDIAMOND 涙の粒になれ
ただ投げつけて 振り返らずに

駆け出してく ダイキライよ!

私の誕生日に そっとくれた
小さな煌めきが 心を照らした

それまで知らなかった あんなkissして
離れたくなかった 帰り道でも

現実が ガラガラ崩れたら
絶望が グルグル回るだけ

ガラス玉DIAMOND 電車から見る世界
光を詰め込んでる 嘘つきなこの都会
ガラス玉DIAMOND 傷ついて壊れてく
二度と見たくない あなたとの写真

だけど消せない ダイキライよ!

ガラクタのDIAMOND 飛び散って雨になれ
消えてくテールランプ 炎に見えた

ガラス玉DIAMOND 電車から見る世界
光を詰め込んでる 嘘つきのこの都会
ガラクタのDIAMOND 傷ついて壊れてく
もう見たくない あなたとの写真

だけど消せない ダイキライよ!


Terjemahan Indonesia:

Tsubaki Factory - Permata Buangan


Pada halte taksi di tengah hujan turun, kenapa kau bisa ada di sana?
Aku melihatmu dari belakang sedang berada dalam rangkulan seseorang

Hatiku lalu menimbulkan suara nyaring, hujan pun sudah turun deras
Soal kau sedang "sibuk" itu ternyata bohong, ya? Kota ini seolah tampak kelabu

Aku jadi ingin mencabik-cabik kalung milikku ini
Dan menghancurkan kenangan kita habis-habisan

Permata buangan berhamburan menjadi tetesan hujan
Dan lampu ekor mobil yang kian menghilang itu membiarkan kesedihanku tertinggal
Permata buangan itu lalu berubah menjadi tetesan air mata
Aku membuangnya begitu saja tanpa berpaling lagi

Lalu berlari sejauh mungkin. Sungguh aku membencimu!

Dari kalung yang pernah kau berikan pada hari ulang tahunku
Pecahan-pecahan kecilnya telah memberi penerangan hatiku

Pengalaman berciuman yang belum kukenali rasanya hingga kala itu
Membuatku tak ingin berpisah darimu, bahkan saat jalan pulang sekalipun

Ketika kenyataan mulai hancur lebur
Keputusasaan terus berputar dan berputar

Permata berbentuk bola kaca tepatnya dunia yang kupandangi lewat naik kereta
Yang lalu menyelimuti pencahayaan kota ini dengan kebohongan
Permata berbentuk bola kaca itu lalu merasa terlukai dan akhirnya terpecah belah
Aku jadi tak sudi melihat foto-fotomu lagi untuk kali keduanya

Namun sulit kuhilangkan. Sungguh aku membencimu!

Permata buangan berhamburan menjadi tetesan hujan
Dan lampu ekor mobil yang kian menghilang itu tampak seperti kobaran api

Permata berbentuk bola kaca tepatnya dunia yang kupandangi lewat naik kereta
Yang lalu menyelimuti pencahayaan kota ini dengan kebohongan
Permata buangan itu lalu merasa terlukai dan akhirnya terpecah belah
Aku jadi tak sudi melihat foto-fotomu lagi untuk kali keduanya

Namun sulit kuhilangkan. Sungguh aku membencimu!


Posting Komentar

0 Komentar